Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2012

Indahnya Kasih Sayang

Indahnya Kasih Sayang, Mahasuci ALLOH, Zat yang Maha Mengaruniakan kasih sayang kepada makhluk-makhluk Nya. Tidaklah kasih sayang melekat pada diri seseorang, kecuali akan memperindah orang tersebut, dan tidaklah kasih sayang terlepas dari
diri seseorang, kecuali akan memperburuk dan menghinakan orang tersebut.

Betapa tidak? Jikalau kemampuan kita menyayangi orang lain tercerabut, maka itulah biang dari segala bencana, karena kasih sayang ALLOH Azza wa Jalla ternyata hanya akan diberikan kepada orang-orang yang masih hidup kasih sayang di kalbunya.

Karenanya, tidak bisa tidak, kita harus berjuang dengan sekuat tenaga agar hati nurani kita hidup. Tidak berlebihan jikalau kita mengasahnya dengan merasakan keterharuan dari kisah-kisah orang yang rela meluangkan waktu untuk memperhaikan orang lain. Kita dengar bagaimana ada orang yang rela bersusah-payah membacakan buku, koran, atau juga surat kepada orang-orang tuna netra, sehingga mereka bisa belajar, bisa dapat informasi, dan bisa mendapatkan ilmu yang lebih luas.

Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda, "ALLOH SWT mempunyai seratus rahmat (kasih sayang), dan menurunkan satu rahmat (dari seratus rahmat) kepada jin, manusia, binatang, dan hewan melata. Dengan rahmat itu mereka saling berbelas-kasih dan berkasih sayang, dan dengannya pula binatang-binatang buas menyayangi anak-anaknya. Dan (ALLOH SWT) menangguhkan 99 bagian rahmat itu sebagai kasih sayang-Nya pada hari kiamat nanti." (H.R. Muslim).

Dari hadis ini nampaklah, bahwa walau hanya satu rahmat-Nya yang diturunkan ke bumi, namun dampaknya bagi seluruh makhluk sungguh luar biasa dahsyatnya. Karenanya, sudah sepantasnya jikalau kita merindukan kasih sayang, perhatian, dan perlindungan ALLOH SWT, tanyakanlah kembali pada diri ini, sampai sejauhmana kita menghidupkan kalbu untuk saling berkasih sayang bersama makhluk lain?

Kasih sayang dapat diibaratkan sebuah mata air yang selalu bergejolak keinginannya untuk melepaskan beribu-ribu kubik air bening yang membuncah dari dalamnya tanpa pernah habis. Kepada air yang telah mengalir untuk selanjutnya menderas mengikuti alur sungai menuju lautan luas, mata air sama sekali tidak pernah mengharapkan ia kembali.

Sama pula seperti pancaran sinar cerah matahari di pagi hari, dari dulu sampai sekarang ia terus-menerus memancarkan sinarnya tanpa henti, dan sama pula, matahari tidak mengharap sedikit pun sang cahaya yang telah terpancar kembali pada dirinya. Seharusnya seperti itulah sumber kasih sayang di kalbu kita, ia benar-benar melimpah terus tidak pernah ada habisnya.

Jangan pula meremehkan makhluk ciptaan ALLOH, sebab tidaklah ALLOH menciptakan makhluk-Nya dengan sia-sia. Semua yang ALLOH ciptakan syarat dengan ilmu, hikmah, dan ladang amal. Semua yang bergerak, yang terlihat, yang terdengar, dan apa saja karunia dari ALLOH adalah jalan bagi kita untuk bertafakur jikalau hati ini bisa merabanya dengan penuh kasih sayang.

Dikisahkan di hari akhir datang seorang hamba ahli ibadah kepada ALLOH, tetapi ALLOH malah mencapnya sebagai ahli neraka, mengapa? Ternyata karena suatu ketika si ahli ibadah ini pernah mengurung seekor kucing sehingga ia tidak bisa mencari makan dan tidak pula diberi makan oleh si ahli ibadah ini. Akhirnya mati kelaparanlah si kucing ini. Ternyata walau ia seorang ahli ibadah, laknat ALLOH tetap menimpa si ahli ibadah ini, dan ALLOH menetapkannya sebagai seorang ahli neraka, tiada lain karena tidak hidup kasih sayang di kalbunya.

Tetapi ada kisah sebaliknya, suatu waktu seorang wanita berlumur dosa sedang beristirahat di pinggir sebuah oase yang berair dalam di sebuah lembah padang pasir. Tiba-tiba datanglah seekor anjing yang menjulur-julurkan lidahnya seakan sedang merasakan kehausan yang luar biasa. Walau tidak mungkin terjangkau kerena dalamnya air di oase itu, anjing itu tetap berusaha menjangkaunya, tapi tidak dapat. Melihat kejadian ini, tergeraklah si wanita untuk menolongnya. Dibukalah slopnya untuk dipakai menceduk air, setelah air didapat, diberikannya pada anjing yang kehausan tersebut. Subhanallah, dengan ijin ALLOH, terampunilah dosa wanita ini.

Demikianlah, jikalau hati kita mampu meraba derita makhluk lain, insya ALLOH keinginan untuk berbuat baik akan muncul dengan sendirinya.

Kisah lain, ketika suatu waktu ada seseorang terkena penyakit tumor yang sudah menahun. Karena tidak punya biaya untuk berobat, maka berkunjunglah ia kepada orang-orang yang dianggapnya mampu memberi pinjaman biaya.

Bagi orang yang tidak hidup kasih sayang di kalbunya, ketika datang orang yang akan meminjam uang ini, justru yang terlintas dalam pikirannya seolah-olah harta yang dimilikinya akan diambil oleh dia, bukannya memberi, malah dia ketakutan akan hartanya karena disangkanya akan habis atau bahkan jatuh miskin.

Tetapi bagi seorang hamba yang tumbuh kasih sayang di kalbunya, ketika datang yang akan meminjam uang, justru yang muncul rasa iba terhadap penderitaan orang lain. Bahkan jauh di lubuk hatinya yang paling dalam akan membayangkan bagaimana jikalau yang menderita itu dirinya. Terlebih lagi dia sangat menyadari ada hak orang lain yang dititipkan ALLOH dalam hartanya. Karenanya dia begitu ringan memberikan sesuatu kepada orang yang memang membutuhkan bantuannya.

Ingatlah, hidupnya hati hanya dapat dibuktikan dengan apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain dengan ikhlas. Apa artinya hidup kalau tidak punya manfaat? Padahal hidup di dunia ini cuma sekali dan itupun hanya mampir sebentar saja. Tidak ada salahnya kita berpikir terus dan bekerja keras untuk menghidupkan kasih sayang di hati ini. Insya ALLOH bagi yang telah tumbuh kasih sayang di kalbunya, ALLOH Azza wa Jalla, Zat yang Maha Melimpah Kasih Sayang-Nya akan mengaruniakan ringannya mencari nafkah dan ringan pula dalam menafkahkannya di jalan ALLOH, ringan dalam mencari ilmu dan ringan pula dalam mengajarkannya kepada orang lain, ringan dalam melatih kemampuan bela diri dan ringan pula dalam membela orang lain yang teraniaya, Subhanallah.

Cara lain yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk menghidupkan hati nurani agar senantiasa diliputi nur kasih sayang adalah dengan melakukan banyak silaturahmi kepada orang-orang yang dilanda kesulitan, datang ke daerah terpencil, tengok saudara-saudara kita di rumah sakit, atau pula dengan selalu mengingat umat Islam yang sedang teraniaya, seperti di Bosnia, Checnya, Ambon, Halmahera, atau di tempat-tempat lainnya.

Belajarlah terus untuk melihat orang yang kondisinya jauh di bawah kita, insya ALLOH hati kita akan melembut karena senantiasa tercahayai pancaran sinar kasih sayang. Dan hati-hatilah bagi orang yang bergaulnya hanya dengan orang-orang kaya, orang-orang terkenal, para artis, atau orang-orang elit lainnya, karena yang akan muncul justru rasa minder dan perasaan kurang dan kurang akan dunia ini, Masya ALLOH.

Sumber : KUMPULAN CERITA PENUH HIKMAH
Read more >>

Kamis, 19 Juli 2012

Ramadhan Hadir, Tiba Saatnya Berkaca Diri


Ramadhan, Jika Ramadhan diibaratkan tamu agung, maka Ramadhan adalah tamu agung yang kerap kita kecewakan. Kehadirannya kita rindukan tapi saat dia datang di tengah-tengah kita, tak ada yang kita berikan selain kelalaian dan rapuhnya kesungguhan.


Maafkan kami Ramadhan, 
kepala kami tertunduk malu karena engkau menjanjikan kami berlimpah kebaikan, 
tapi kami tenggelam dalam kehinaan.
(Syaikh Adil bin Ahmad)
Ramadhan adalah akumulasi kemuliaan dalam tiap detaknya. Karena Ramadhan kita bisa melakukan hal yang berbeda kadar dan nilainya. Berbeda bentuk, penghargaan dan balasannya di sisi Allah SWT. Ramadhan bukanlah bulan biasa, bukan hari biasa, malam dan siangnya pun bukan hal yang biasa. Tapi tidak semua orang bisa merasakan besarnya keberkahan itu, karena Ramadhan hanya dapat terasa lewat sentuhan iman dan pekanya perasaan.
Ramadhan hadir membawa keberkahan tak terperikan, menjadi sarana efektif untuk kita berkaca diri. Di Ramadhan ini saatnya kita berkaca diri di tengah segala bentuk perburuan kehidupan yang melenakan, hingga alur berbalik dan kitalah yang menjadi buruan kehidupan.
Ramadhan hadir menyediakan tempat rehat dari jiwa-jiwa yang kelelahan. Saatnya kita menengok ke dalam diri, memenuhi panggilan kesadaran untuk berkaca diri. Di tengah kebisingan yang semakin menjadi, perlu rasanya kita kembali membaca ulang tentang siapa kita yang sebenarnya. Karena kita adalah akumulasi dari apa yang kita katakan, perbuat, dan pikirkan. Ramadhan hadir, sudah saatnya kita berkaca diri


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/07/21650/ramadhan-hadir-tiba-saatnya-berkaca-diri/#ixzz213kOYJEj
Read more >>

Sabtu, 02 Juni 2012

pentingnya memahami emosi anak

Berikut adalah tiga kebutuhan emosional anak:

1. Kebutuhan untuk merasa AMAN
Salah satu kebutuhan terkuat yang dibutuhkan soerang anak adalah perasaan aman. Aman didalam diri dan lingkungannya. Remaja mencari rasa aman dengan bergabung dengan sekelompok “geng” atau sekumpulan teman sebaya mereka, terlibat aturan sosial diantara mereka, serta meniru perilaku temannya.

Seorang psikolog Dr. Gary Chapman, dalam bukunya “lima bahasa cinta” mengatakan kita semua memiliki tangki cinta psikologis yang harus diisi, lebih tepatnya jika anak maka orangtuanya yang sebaiknya mengisi. Anak yang tangki cintanya penuh maka dia akan suka pada dirinya sendiri, tenang dan merasa aman. Hal ini dapat diartikan sebagai anak yang berbahagia dan memiliki “inner” motivasi.

Perlukah kita mempelajari dan mengetahui tangki cinta? Sangat perlu, saya seringkali merekomendasi para guru dan orangtua untuk mempelajari dan menemukan bahasa cinta anak mereka, dirinya dan pasangannya. Hal ini akan saya bahas pada artikel berikutnya).

Contoh, terdorong oleh rasa cinta kepada anaknya seorang ibu memarahi anaknya yang sedang bermain computer. “berhenti maen computer dan belajar sekarang” lalu apa yang ada dibenak anak? Mungkin “Hmpf… Ibu tidak sayang padaku, dan ingin mengendalikan aku serta keasyikanku” Nah, anak menerimanya sebagai hal yang negatif, komunikasi yang menghancurkan rasa cinta ini biasanya yang menjadi akar permasalahan orangtua dan anak, serta guru.

“Mencintai anak tidak sama dengan anak merasa dicintai”

Apa yang menyebabkan kebutuhan akan rasa aman tidak terpenuhi?
• Membandingkan anak dengan saudara atau orang lain
Ketika kita mengatakan “mengapa kamu tidak bisa menjaga kebersihan kamar seperti kakakmu”, “kenapa kamu tidak bisa menulis serapi Rudi”. Akan tumbuh perasaan ditolak, tidak diterima, mereka akan berpikir “papa/mama lebih suka dengan…” hal ini menumbuhkan sikap tidak suka dengan dirinya sendiri dan ingin menjadi orang lain. Mereka merasa aman dengan menjadi orang lain, bukan merasa aman dan nyaman menjadi dirinya sendiri.

• Mengkritik dan mencari kesalahan
Ketika kita mengatakan: “dasar anak bodoh, apa yang salah denganmu? Kenapa kamu tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar?”
Dapat dipastikan, akan menimbulkan perasaan dendam, tidak ada rasa aman dilingkungan rumah (jika hal ini sering terjadi dirumah).

• Kekerasan fisik dan verbal
Saya rasa tidak perlu dijelaskan lagi, hal ini sudah banyak kita temui di surat kabar dan berita ditelevisi, dan bahayanya atau akibatnya juga sering kita temui di media tersebut. Jika tidak ada rasa aman dalam rumah, maka seorang anak akan mencari perlindungan untuk memenuhi rasa aman mereka disemua tempat yang salah. Dan anak akan melakukan apa saja untuk mendapatkan rasa aman ini, mencari perhatian dengan cara yang salah.

2. Kebutuhan akan pengakuan (merasa penting) dan diterima atau dicintai

Jarang sekali orangtua membuat anak-anak mereka merasa penting dan diakui dirumah. Sebaliknya banyak orangtua yang membuat anak mereka merasa kecil dan tidak berarti dengan ancaman: “lebih baik kerjakan PR-mu sekarang, atau…”

Apa yang ada dalam pikiran anak jika diperlakukan seperti itu? Kita orangtua justru senang jika anak melakukan hal yang kita perintah, tapi yang ada dipikiran anak adalah mereka merasa kalah dengan melakukan apa yang diperintahkan orangtua dengan cara seperti itu. Sehingga banyak anak yang menunda atau tidak mengerjakan apa yang ditugaskan orangtua (bahkan dengan ancaman sekalipun) untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya akan pengakuan.

Peringatan keras bagi orangtua: Jika anak-anak tidak merasa dicintai dan diterima oleh orangtua, mereka akan terdorong untuk mencarinya disemua tempat yang salah.

Keinginan seorang anak untuk diakui dan ingin dicintai begitu kuat, sehingga mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Jika mereka tidak mendapat pengakuan dengan cara yang benar maka akan menemukan dengan cara yang salah dan ditempat yang salah. Kebutuhan ini mendorong beberapa anak dan remaja untuk menggunakan tato, mengganggu anak lain, bergabung dengan geng pengganggu, mengecat rambut dengan warna menyolok, bertingkah laku seperti badut dan pelawak. Hal ini umumnya menyusahkan mereka sendiri, tetapi demi mendapatkan pengakuan dan diterima (mendapatkan perhatian).

Ada kasus ekstrim pada 16 april 2007, seorang siswa US Virginia Tech, Cho Seng-hui. Menembak dan menewaskan 32 siswa. Apa yang mendorong perilaku tersebut, sehingga dia melakukan hal yang begitu luar biasa gila? Dia melakukan hanya karena kebutuhan pengakuan dan rasa pentingnya begitu besar, tetapi tidak terpenuhi oleh orang-orang yang mengabaikannya dan menghinanya. Hal itu memaksanya keluar dari dunia logika dan merenggut nyawa orang lain serta dirinya sendiri, dalam pikirannya dia berpikir lebih baik mati bersama nama buruk dari pada hidup bukan sebagai siapa-siapa.

3. Kebutuhan untuk mengontrol (merasa mandiri atau keinginan untuk mengontrol)

Seiring pertumbuhan anak, sembari mencari identitas diri dan sambil belajar membangun kemandirian dari orangtua. Proses ini menciptakan kebutuhan emosional untuk bebas dan mandiri.

Jadi itu sebabnya anak tidak mau didikte untuk apa yang harus dilakukan. Mereka merasa tidak “gaul” mendengarkan orangtua. Dengan mendengarkan nasihat orangtua mereka seakan diperlakukan seperti anak kecil. Ini menjelaskan mengapa anak lebih mendengarkan teman mereka dan om atau tante (paman atau bibi) yang masih muda dari pada orangtuanya sendiri.

Orangtua yang cerdas, tidak akan menyerah menghadapi hal ini. Bagaimana caranya memberikan arahan dan agar anak mau mendengar orangtua? Gunakan komunikasi yang tidak bermaksud memaksa anak dengan nasihat kita. Buatlah seakan-akan mereka belajar dan bekerja keras untuk diri mereka sendiri bukan untuk kita. mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi dengan cara seperti itu. Dan yang terpenting adalah memenuhi tangki cinta anak kita setiap hari dan memastikan selalu penuh saat bangun anak bangun tidur dan menjelang tidur. Dengan begitu anak tahu siapa yang paling mengerti dan sayang, serta kepada siapa dia akan datang pada saat membutuhkan seseorang untuk mendengar, yaitu kita orangtuanya.

Ambilah manfaat dari informasi ini, kenali kebutuhan emosi anak kita. Pekalah dimana saat anak membutuhkan penerimaan, kebutuhan untuk mengontrol sesuatu, serta butuh untuk aman. Gunakan kata-kata yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut, berikut tips dan cara memenuhi kebutuhan emosi dasar seorang anak:

1. Rasa aman:
• Tenang sayang kamu aman bersama papa, mama akan temani kamu, hey… papa disini bakal jaga kamu sayang

2. Rasa penerimaan atau dicintai:
• Biasakan menatap mata saat berbicara pada anak, usahakan tatapan mata adalah datar atau “mata sayang”
• Sentuh bagian bahu saat berbicara atau bagian manapun asal sopan, untuk menunjukan bahwa kita ada bersama dan dekat dengan anak
• Usahakan sejajar (berdiri sejajar dengan anak atau berlutut)
• Katakan: apapun yang terjadi papa/mama tetap sayang sama kamu, kamu tetap jagoan papa/mama, dimata papa/mama kamulah yang paling cantik

3. Kebutuhan untuk mengontrol:
• Jika memungkinkan, jika anda melihat anak anda perlu untuk melakukan sesuatu sendiri maka ijinkanlah
• Sebenarnya itu adalah proses belajar untuk dirinya sendiri dan akan sangat bermanfaat dimasa dewasa
• Harga diri anak akan semakin tinggi, jika kita rajin memberikan kontrol kepada anak, karena anak merasa mampu melakukan kegiatan tanpa bantuan (tentunya kegiatan yang aman sesuai dengan kebijaksanaan orangtua)
• Luangkan waktu khusus untuk beraktivitas dan memberikan kontrol dan mengawasinya dengan kasih sayang, misal: anak umur 2-3 tahun minta makan sendiri, pergi ke sekolah sendiri, dan lain-lain

Salam
Read more >>

Minggu, 01 April 2012

MOTIVASI DAKWAH

 
HAKEKAT DAKWAH

            Adalah suatu hal yang tidak dapat dipungkiri bagi seorang muslim bahwa Agama Islam merupakan agama motivasi, dimana setiap muslim diwajibkan untuk menyeru dan berdakwah kepada Al Islam sesuai kemampuan dan potensi yang dimiliki masing-masing individu.  Sebab Islam bukanlah agama yang dikhususkan bagi sekelompok orang, tidak pula dibatasi untuk suatu tempat maupun waktu tertentu, tapi ia adalah agama bagi seluruh umat manusia.  Sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah SWT:


“Katakanlahwahai sekalian manusia, sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah kepada kalian semua”.  
Jadi Islam merupakan agama dakwah, dimana setiap muslim wajib dan berkepentingan untuk mendakwahkan Islam kepada manusia.
Dakwah seacara bahasa (etimologis) berarti jeritan, seruan atau permohonan.  Adapun menurut syara(istilah) ada beberapa definisi:
Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,
dakwah adalah mengajak seseorang agar beriman kepada Allah dan beriman kepada apa yang dibawa oleh para Rasul-Nya dengan cara membenarkan apa uang mereka beritakan dan mengikuti apa yang mereka perintahkan.
Menurut Syaikh Muhammad As Shawwaf,
dakwah adalah risalah langit yang diturunkan ke bumi, berupa hidayah Sang Khalik kepada makhluk, yaitu dien dan jalan-Nya yang lurus yang sengaja dipilih-Nya dan dijadikan sebagai jalan satu-satunya untuk bisa selamat kembali kepada-Nya.
“Sesungguhnya Agama yang diridhoi Allah adalah Agama Islam (QS. 3: 19).
Menurut Dr. Muhammad Al wakil,
dakwah adalah mengumpulkan manusia dalam kebaikan dan menunjukkan mereka jalan yang benar dengan cara amar ma’ruf dan nahi munkar.  Allah berfirman :
“Jadilah diantara kamu sebaik-baik ummat, yang mengajak kepada kebaikan, menyeru yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung (QS. 3 : 104).
Menurut Ustadz Fathi yakan,
dakwah adalah penghancuran dan pembinaan.  yaitu penghancuran jahiliyah dengan segala macam bentuknya, baik jahiliyah pola pikir, moral maupun jahiliyah perumdang-undangan dan hukum.  Setelah itu pembinaan masyarakat dengan landasan pijak keislaman, baik dalam wujud dan kandungannya, dalam bentk dan isinya, dalam perundang-undangan dan cara hidup, maupun dalam segi persepsi keyakinan terhadap alam, manusia dan kehidupan.
Dr. taufiq Al Wa’i,
menjelaskan makna yang terkandung dalam dakwah Islamiyah yaitu mengumpulkan manusia dalam kebaikan, menunjukkan mereka jalan yang benar dengan cara merealisasikan manhaj Allah di bumi dalam ucapan dan amalan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, membimbing manusia kepada shiratal mustaqim dan bersabar menghadapi ujian yang menghadang di perjalanan.  Hal ini sesuai dengan firman Allah:
“Hai anakku dirikanlah shalat, serulah manusia mengerjakan yang ma’ruf, mencegah mereka dari perbuatan munkar dan bersabarlah atas apa yang menimpa kamu.  Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (QS. Lukman: 17).
Kelima definisi dakwah tersebut kesemuanya berimpit pada satu titik temu, yaitu bahwa dakeah bukan hanya terbatas pada penjelasan dan penyampaian semata, namun juga menyentuh pada pembinaan dan takwin (pembentukan) pribadi, keluarga dan masyarakat Islam.
Perlu dibedakan bahwa dakwah dihadapan para pendosa, penentang dan pelaku kemaksiatan harus ditekankan kepada ta’rif (pengenalan) dan tabligh.  Sedangkan dakwah kepada orang-orang yang relatif masih mempunyai fitrah yang bersih maka dakwah dapat ditekankan pada pembinaan dan takwin.  Apabila kita melakukan pembinaan dan takwin kepada para pendosa, penentang dan pelaku kemaksiatan, maka kita telah melewati batas yang mengarah pada kesia-siaan.  Begitu pula apabila di hadapan mereka yang masih mempunyai fitrah yang bersih kemudian kita hanya terpaku kepada bentuk ta’rif dan tabligh saja, maka itu berarti kita telah membuang waktu dan memubadzirkan potensi.

PAHALA YANG BESAR BAGI PARA DA’I

            Berdakwah kepada Allah adalah amal yang paling mulia, taqarrub yang paling mendekatkan diri kepada Aallah dan amal yang paling diwajibkan.   Allah telah mengutus seorang ciptaan-Nya yang bersih diantara para Nabi dan Rasul, juga untuk berdakwah.  Allah telah menentukan bahwa dakwah adalah syiar para pengikut Rasulullah SAW.  Dakwah menghasilkan pahala yang besar bagi orang yang melakukannya, baik di dunia maupun akhirat.  Rasulullah bertekad mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya dan alhamdulillah hingga saat ini masih ada sebagian manusia yang mengikuti jejaknya.
Seorang muslim terdeorong untuk berdakwah dan bersemangat untuk memberi petunjuk kepada manusia , karena Allah mengangkat derajat para da’i dan memberi mereka pahala, karomah, rahmat dan keridhaan, baik di dunia maupun di akhirat.  Hal ini telah ditetapkan dalam beberapa nash Al Quran dan Sunnah.
1.  Penyeru kepada Allah adalah sebaik-baik manusia dalam perkataan
Allah meninggikan derajat para da’i dan menjadikannya sebaik-baik manusia.  Allah SWT berfirman:


“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata: sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (QS. Fushilat: 33).

2.  Do’a Nabi kepada orang yang menyampaikan perkataannya
Diantara faktor yang mendorong seorang muslim untuk  bersemangat dalam menyebarkan Islam kepada manusia adalah doa nabi yang mulia bagi orang yang menyampaikan perkataan beliau kepada orang lain.  Imam Ibnu Majah meriwayatkan dari Jubair bin Muth’im r.a., dia berkata, rasulullah berdiri di dalam masjid Khalif di Mina seraya berkata:
“Allah membaguskan orang yang mendengarkan perkataanku, lalu menyampaikannya.  Betapa banyak orang yang menyampaikan ilmu tetapi tidak mengetahui dan berapa banyak orang yang menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih pandai daripada dia”.

3.  Pahala yang besar bagi orang yang menjadi perantara bagi seseorang dalam mendapatkan petunjuk
Allah memberikan pahala yang besar bagi orang yang menjadi perantara bagi seseorang dalam mendapatkan petunjuk.  Imam Bukhari meriwayatkan, dari Sahl bin Sa’d r.a., sesungguhnya Rasulullah SAW berkata kepada Ali r.a. ketika memberikan bendera kepadanya di perang Khaibar:
“Tembuslah bersama pasukanmu hingga kamu berada di halaman mereka, lalu serulah mereka kepada Islam dan kabarkanlah kepada mereka apa-apa yang wajib atas mereka dari hak-hak Allah.  Demi Allah ! dengan perantara kamu, Allah memberi prtunjuk satu orang, lebih baik bagimu daripada memliki onta yang paling bagus”.

4.  Pahala seorang da’i seperti pahala orang yang mengikutinya
Nabi Muhammad SAW menerangkan, orang yang menunjukkan suatu kebaikan maka baginya seperti pahala orang yang mengerjakannya.  Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Mas’ud r.a, dia berkata, rasulullah SAW bersabda:


“Barang siapa menunjukkan suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yang mengerjakannya”.
Dalam hadits lain juga diterangkan:


“Barang siapa menyeru kepada petunjuk, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa berkurang sedikitpun dari pahala mereka” (HR. Muslim).

5. Rahmat Allah serta doa penghuni langit dan bumi bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia
Rasulullah SAW memberi kabar gembira bahwa Allah, malaikat, penghuni langit dan bumi mendoakan bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.  Imam At Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Amamah Al Bahiliy r.a, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda:



“Sesungguhnya Allah, malaikat-Nya, para penghuni langit dan bumi mulai semut di dalam lubangnya sampai ikan paus, benar-benar mendoakan orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia”.

6.  Pahala seorang da’i tetap mengalir setelah meninggal dunia
Nabi yang mulia mengabarkan, barang siapa memberi manfaat kepada manusia dengan ilmunya, maka pahalanya akan terus mengalir hingga setelah ia kembali kepada Rabbnya.  Imam Muslim meriwayatkan dari Abu hurairah r.a , sesungguhnya Rasulullah SAW bersadba:
“Apabila manusia mati maka terputuslah amalnyam kecuali 3 perkara, sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakannya”.

Wallahu a’lam bisshawab

Read more >>

Jumat, 30 Maret 2012

Al Hamdulillah

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rab semesta alam. atas limpahan taufik, hidayah serta petunjuknya blok Al-arifin ini dapat dibuat. semoga dapat menjadi manfaat dan kawan diskusi bagi kawan-kawan semuanya..
amin...
Read more >>